Aturan baru tentang cara pengurusan ijin ambulance

Pengurusan ijin ambulance dilakukan di Dinas kesehatan, lebih tepatnya di BTSP. sementara yang mengeluarkan rekomendasi adalah Dinas Kesehatan propinsi dan departemen perhubungan.

Ijin ambulance termasuk ijin yang cukup sulit di urus dan berbelit belit. Ini karena ijin tersebut baru ada atruran tahun lalu dan belum disosialisasikan. Saat ini yang mengeluarkan ijin ambulance baru Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Pengurusan ijin ambulance harus kita lihat dari dua subyek berbeda yaitu perangkat armada ambulance dan ijin paramedik serta driver yang mengoperasikan ambulance tersebut.

Untuk armada ambulance ada beberapa spesifikasi yang perlu diperhatikan diangtaranya adalah
Model, Standar usia mobil, warna, Volume mesin tempat duduk depan , gantungan infus, GPS, APAR dan lain sebagainya.

Untuk alat kesehatan dan obat obatan yang perlu ada adalah Tensimeter, Stetoskop, Refkek hammer, Bag valve mask, Canule bag, infus set alat bandage set, strecher, obat bantuan hidup dasar dan lain sebagainya.

Selain itu untuk sumber daya manusia harus memenuhi ketentuan diantaranya adalah :
1. Perawat: BTCLS
2. Pengemui SIM A, First aid basic, Defensive Driving  dan lain nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar